2017

Minggu, 15 Oktober 2017

Analisis SWOT dan 6M


Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau di dalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.
Penjelasan lain Analisi SWOT
Definisi analisis SWOT yang lainnya yaitu sebuah bentuk analisa situasi dan juga kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan juga kondisi sebagai sebagai faktor masukan, lalu kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang perlu diingat baik-baik oleh para pengguna analisa ini, bahwa analisa SWOT ini semata-mata sebagai suatu sebuah analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang bagi permasalahan yang sedang dihadapi.
SWOT adalah singkatan dari:
  • S = Strength (kekuatan).
  • W = Weaknesses (kelemahan).
  • O = Opportunities (Peluang).
  • T = Threats (hambatan).

A. Strength (S)
Yaitu analisis kekuatan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini.  Yang perlu di lakukan di dalam analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju.

B. Weaknesses (W)
Yaitu analisi kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.

C. Opportunity (O)
Yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa yang akan depan atau masa yang akan datang.
D. Threats (T)
Yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera di atasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Manfaat analisis SWOT
Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.


6M (ENAM M)
dalam kehidupan sehari-hari kita sering memikirkan atau berencana memiliki sebuah usaha, atau singkatnya ingin menjadi wirausaha. kalau dilingkungan kampus setiap mahasiswa/i pasti tidak asing lagi dengan mata-kuliah KEWIRAUSAHAAN. Bahkan kabarnya mata-kuliah ini akan diwajibkan kepada kepada semua jurusan disetiap perguruan tinggi diseluruh indonesia. Hal ini mengingat ketatnya persaingan di pasar kerja pada masa sekarang ini. oleh kerena itu dengan menempuh mata-kuliah ini mahasiswa/i mampu berkreativitas menciptakan usaha sendiri dan tidak tergantung pada pasar kerja.

Terkait dengan hal tersebut diatas tentunya kita harus belajar banyak tentang cara menjalankan suatu usaha. Dalam Mata-kuliah Manajemen Sumberdaya Manusia, dosen saya menerangkan bahwa untuk mendirikan suatu usaha atau pun juga organisasi kita harus memiliki 6M.
6M yang dimaksud adalah:

1.       Man (Manusia/Orang)
Manusia atau orang disini adalah yang bertugas untuk menjalankan suatu kegiatan usaha.
2.       Money (Uang/Modal)
seperti yang kita ketahui modal adalah unsur yang sangat penting untuk menjalankan suatu usaha. tampa modal kita tidak bisa apa. banyak orang yang memiliki ide usaha tetapi terkendala dengan modal.
3.       Meterial (Bahan Baku)
Bahan Baku adalah bahan-bahan yang akan kita proses untuk menjadi satu produk yang akan kita tawarkan.
4.       Machine (Mesin)
Mesin adalah faktor yang menentukan efektifitas dan maksimalitas suatau usaha dalam hal produksi.
5.       Method (Metode/Cara)
Cara yang dimaksud adalah Cara menjalankan Produksi,Cara Pemasaran,Cara Pengorganisasian,dll.
6.       Market (Pasar)

Pasar adalah yang menentukan kelansungan suatu usaha. pada prinsifnya produk yang kita hasilkan harus lah merupakan produk yang memiliki daya saing. Persaingan bisa dari segi kualitas,harga,pengemasan,dll.


Daffa Risky Pratama
XI MIA 7

Selasa, 26 September 2017

Pengemasan Produk Kerajinan


Pengertian Kemasan

Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.

Tujuan dari Pengemasan

1. Physical Production. Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya. 
2. Barrier Protection. Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya. 
3. Containment or Agglomeration. Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan.
4. Information Transmission. Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
5. Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian. 
6. Convenience. Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali. 
7. Marketing. Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.

Manfaat Kemasan
1.Sebagai tempat sebuah produk selama proses pengiriman, mulai dari produsen produk, hingga sampai ke tangan konsumen.
2.Mencegah kerusakan dan mengawetkan produk, contohnya seperti dapat menghindarkan dari sinar ultraviolet, panas matahari, kelembapan udara, unsur O2, benturan, serta kontaminasi dari polusi ataupun mikroba yang dapat merusak & mengurangi kualitas dari sebuah produk.
3.Sebagai branding produk, dalam hal ini, packaging dapat digunakan untuk sarana informasi terhadap para pelanggan lewat label yang terdapat pada pack produk tersebut.
4.Meningkatkan daya guna produk, misalnya: menyederhanakan penghitungan sebuah produk berdasarkan packaging-nya, serta memprmudah pengiriman dan penyimpanan produk tersebut.
5.Melindungi dari pengaruh buruk dari sekitar, dan melindungi juga dari zat mengganggu yang ada di dalam produk.
Misalnya seperti produk yang berbau tajam, atau produk berbahaya seperti minuman keras, gas beracun, dll.
Ataupun produk yang dapat memengaruhi warna dan aroma, maka dengan mengemas produk dengan baik pastinya bisa melindungi produk-produk lain yang ada di sekitarnya.
6.Memperluas penggunaan dan pemasaran produk, misalnya seperti kasus penjualan sirup dan kecap yang mengalami peningkatan pula sejak pemanfaatan kemasan pada botol diterapkan.
7.Meningkatkan interes calon pengguna.
8.Sebagai media informasi dan advertising.
9.Memberi kenyamanan bagi para konsumen.
Macam-Macam Kemasan
Bahan bahan yang digunakan untuk membuat kemasan
1. Kemasan Kertas

Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium foil.

2. Kemasan Kayu

Kayu merupakan bahan pengemas tertua yang diketahui oleh manusia dan secara tradisional digunakan untuk mengemas berbagai macam produk padat seperti barang antik dan emas, keramik, dan kain.

3. Kemasan Plastik

Kemasan yang paling banyak kita temui adalah kemasan plastik. Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal adalah polietilen, polipropilen, poliester, nilon, dan vinil film.

Jenis-jenis Kemasan 
Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dll). 
2. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya.
3. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.

Kemasan Sebagai Media Promosi

Kemasan selain berfungsi sebagai sarana untuk melindungi produk, juga dapat berfungsi sebagai daya tarik untuk menarik konsumen agar memilih produk tersebut dibandingkan dengan produk pesaing. Karena itulah kini, produsen berupaya untuk dapat membuat tampilan kemasan yang semenarik mungkin.

Penggunaan kemasan sebagai sarana untuk menginformasikan program promo atau menjadi bagian dari program promosi juga sudah sering dilakukan pada berbagai kategori produk, baik itu makanan maupun toiletries. Pemanfaatan ini nampaknya kini, juga semakin sering dilakukan dilakukan oleh para produsen di kategori minuman.

Sukses tidaknya program promosi ini juga sangat bergantung pada berbagai hal antara lain : Awareness konsumen terhadap program terebut, kemenarikan hadiah yang diberikan, serta juga kemudahan mekanisme program tersebut.


Daffa Risky Pratama
XI MIA 7

MENGANALISIS STRATEGI PRODUK USAHA KERAJINAN


1. MENGENAL KONSUMEN 

     Sebelum kita terjun dengan rapi didunia pemasaran kita harus mengenal konsumen terlebih dahulu tujuannnya agar kita tahu produk seperti apa yang diinginkan, harga yang bagaimana, dan kualitas yang seperti apa.


2.STRATEGI PROMOSI

    Strategi dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yaitu dengan memperoleh keuntungan yang banyak. Strategi dilakukan untuk bersaing secara sehat dengan penjual yang lainnya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:

1.Menjalin hubungan baik dengan pelanggan
2.memilih tempat yang strategis
3.Memperkuat nama brand
4.Rajin berpromosi
5.Mengenal kompetitor

3. RENCANA PROMOSI
     Rencana adalah suatu daftar yang kita buat untuk masa tujuan yang cerah di masa yang akan mendatang. Rencana dalam promosi saat perlu digunakan karena jika kita merencanakannya dengan matang keuntungan pun akan mengalir deras dan begitu pula jika kita tidak memiliki rencana yang baik, mungkin usaha kita akan bangkrut. ada beberapa rencana dalam produksi, yaitu:
1.Membuat kemasan
2.Mengadakan diskon
3.Membuat bonus
4.Mengadakan event atau kuis

 4. MEDIA PROMOSI 
     Media sangat dibutuhkan oleh seorang penjual untuk memperkenalkan produknya ke dunia masyarakat. Media yang bisa kita gunakan, yaitu media cetak dan media elektronik. beberapa media yang digunakan untuk mempromosikan barang sebgai berikut :
1.Media sosial / internet
2.Brosur
3.Spanduk
4.Iklan koran / TV
5.majalah
6.Baliho
7.Poster
8.Kartu nama
9.Kemasan produk



Daffa Risky Pratama
XI MIA 7

Selasa, 12 September 2017

Contoh Soal Keadaan Titik Impas PKWU


Berikut contoh soal tentang keadaan titik impas (BEP)



Sebuah usaha kerajinan miniatur dari lilin menetapkan harga produk Rp 10.000,- per unit. Biaya tetap Rp 10.000.000,- . Biaya tidak tetap Rp 5.000,- . Berapa volume produksi pada keadaan titik impas (BEP)? Berapa harga jual bila ingin mendapatkan keuntungan 5%?

Jawab :
(a) Volume produksi pada keadaan titik impas (BEP) :

=Biaya Tetap : Harga Produksi/unit - Biaya Tidak Tetap 
= Rp10.000.000 : Rp10.000 - Rp5.000 
= 2.000 unit



(b) Harga jual bila ingin mendapatkan keuntungan sebesar 5%
         
          5% x Rp10.000 = Rp500
          Rp10.000 + Rp500 = Rp10.500

          Pembuktian :
          Pendapatan : Harga jual x jumlah produksi
                               Rp10.500 x 2.000 unit = Rp20.100.000
          Modal          : Biaya tidak tetap x jumlah produksi + Biaya tetap
                               Rp5.000 x 2.000 unit + Rp 10.000.000 = Rp20.000.000
          Keuntungan : Pendapatan – Modal
                               Rp20.100.000 – Rp20.000.000 = Rp100.000


          TERBUKTI Rp100.000 adalah 5% dari Rp20.000.000 (Modal)

Selasa, 29 Agustus 2017

Analisis Kerajinan dari Bahan Lunak dari Gips


No
Nama Kerajinan
Gambar/Foto/Sketsa
Ragam Hias
Nilai Estetika
Nilai Ergonomis
Teknik Pembuatan
1.
Gantungan Kunci dari gips
Ragam hias motif dekoratif
Nilai keindahan dan keseimbangan serta keselarasan
Nilai keluwesan dan keseimbangan
Dicetak di cetakan
2.
Celengan dari gips
Hasil gambar untuk celengan dari gips
Ragam hias motif dekoratif
Nilai keindahan dan kesatuan
Nilai keamanan dan kenyamanan
Dicetak di cetakan
3.
Frame foto dari gips
Hasil gambar untuk frame foto dari gips
Ragam hias motif dekoratif
Nilai keindahan dengan nilai keharmonisan dan kontras
Nilai keluwesan
Dicetak di  cetakan
4.
Patung hiasan dari gips
Ragam hias motif dekoratif
Nilai keindahan dengan keselarasan
Nilai keamanan  dan keluwesan
Dicetak di cetakan



-Daffa Risky Pratama XI MIA 7

Sabtu, 19 Agustus 2017

Contoh Kerajinan Bahan Lunak Gips



Hasil gambar untuk kerajinan gips
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua

postingan kali ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas sekolah saya, yaitu tugas KWU

berikut hasil tugas saya


NO
Nama Kerajinan
Bahan Dasar
Motif Hias
Teknik Pembuatan
Fungsi
1
Gantungan Kunci
Gips
Ragam hias motif dekoratif
Membentuk dengan teknik di cetak
Sebagai fungsi hias, hiasan dinding
2
Mobil-mobilan
Gips
Ragam hias motif dekoratif
Membentuk dengan teknik di cetak
Sebagai fungsi hias, hiasan
3
Celengan
Gips
Ragam hias motif dekoratif
Membentuk dengan teknik di cetak
Sebagai fungsi pakai, tabungan tradisional
4
Patung
Gips
Ragam hias motif dekoratif
Membentuk dengan teknik di cetak
Sebagai fungsi hias, pajangan
5
Bingkai Foto
Gips
Ragam hias motif dekoratif
Membentuk dengan teknik di cetak
Sebagai fungsi pakai, bingkai foto
6
Ornamen Rumah
Gips
Ragam hias motif geometris
Membentuk dengan teknik di cetak
Sebagai fungsi hias, hiasan untuk dinding rumah

Kesimpulan :
Kerajinan yang kami buat ini sangat unikk dengan berbagai macam bentuk dan kami pun mengapresiasi dan senang membuat kerajinan dari gips ini. Selain itu bahan lunak yang kami buat ini juga dapat menjadi benda yang bernilai ekonomi, hal itulah yag membuat kami bersemangat membuatnya

-Daffa Risky Pratama ( XI MIA 7)